Sabtu, 30 Juli 2011

Wajah-wajah di Beranda



                 - Thanks to Puput -
 
Aku masih ingat ketika asap memasuki mata kita:
Perih berair namun dengan ringan tertawa.
Saat garpu menyentuh putih nasi di atas meja
Dengan perlahan sambil bercerita,
Sedang kursi yang berisi hanya kita berdua,
Bergurau senda sambil menelan nasi satu-dua.
Begitu banyak waktu tanpa ada yang menjaga
Mungkin karena mereka begitu percaya:
Yang datang muka seperti bersih dari dosa.

Sebenarnya tidak juga.
yang duduk di meja makan adalah manusia juga,
Yang tidak bisa benar selamanya.

Dan ketika kata-kata berubah menjadi nasi di suatu senja
Yang kau hidangkan di depanku bersila
Warnanya memelas karena lama di tahan dalam dada.
Dan kita masih saja  berdua meski jarak berdepa-depa.

Aku masih ingat kuning cahaya,
Menarik jemari ke sudut rumah beranda.
Hanya itu kita dapat diam tanpa kata:
Dengan lirih suara dan nafas yang panjang tiada bersisa,
Dalam dekap malam tanpa depa dan meja,
Dan hanya ketika itulah embun malam dinginnya tiada berasa.
Pada akhirnya terjaga karena sepasang mata.

Belum ada terjemahan apakah masih kau ingat meja
Atau ketika setiap salam setelah doa
Yang aku baca dan engkau aminkan bunyinya,
Karena tiada lagi duduk bersila tanpa penjaga.

Aku masih terjaga dalam doa.



Jambi, Rumah Kemuliaan
            30 Juli 2011


7 comments:

Retno Novitha S at: 30 Juli 2011 23.08 mengatakan...

Ih beneran! merinding bacanya, dasyat!
Mohon maaf lahir bathin ya :)

Nihayatuzzin at: 30 Juli 2011 23.58 mengatakan...

JIahhh Ukhty Vitha napa sampe merinding? hehehe padahal sebenarnya puisi ini isinya romantisme lho hehehe, apa karena diksinya terlalu kuat ya? hehehe

Andy A.Fairussalam at: 31 Juli 2011 15.07 mengatakan...

assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh..

buat semua teman-teman blogger, saya mohon maaf lahir dan batin atas setiap kesalahan kecil maupun besar yang pernah saya lakukan, baik yang saya sadari atau yang tidak saya sadari sama sekali, dan dari sikap, komentar, maupun postingan yang bikin gak enak hati teman-teman.. :) sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya, semoga puasa kita di ramadhan kali ini benar-benar lulus dari segala ujian dan diberi kekuatan juga kesehatan, amiiiin...
www.andyonline.net

auraman at: 31 Juli 2011 15.10 mengatakan...

Saya datang lagi sobat, seraya memohon maaf lahir batin atas setiap kesalahan kecil

maupun besar, baik dari setiap komentar ataupun postingan yang kurang enak dibaca.
Semoga puasa kita di bulan ramadhan diberi kesehatan .

salam persohiblogan ^_^

Nihayatuzzin at: 31 Juli 2011 23.25 mengatakan...

Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarokatuh. mas Andy ama mas Aul,, sebelum mas minta maaf, aby dah duluan memafkan kok, :). Aby juga minta maaf, sudah pastinya selama di bloof, Aby juga pernah salah ucap yang mungkin meninggalkan jejak di hati. . . semoga kita semua selalu mendapatkan rahmat dari Allah, aamiin. . .

Taufiqillah at: 18 Agustus 2011 21.15 mengatakan...

Beranda rumah siapa tuh?

Nihayatuzzin at: 28 Agustus 2011 00.08 mengatakan...

Taufiqillah,, Beranda sapolah kiro. . . :)