Memang tidak ada yang mustahil di dunia ini. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Contohnya pada hari ini. Kantor tempat saya bekerja yang sehari-harinya berkutat dengan masalah uang, Bank, maksudnya, jadi Zoo Park sehari. Bagaimana Tidak, tadi pagi selepas doa pagi, seekor burung kami temukan di parkiran belakang kantor. Burung Merak jantan atau Peafowl kata orang-orang bule’. dalam bahasa latin Merak kita kenal dengan sebutan Pavo. Sampai sekarang jenis Merak jantan sub-spesiesnya berjumlah 56 jenis yang tersebar di seluruh dunia, contohnya Pavo Muticus Specier yang ada di burma, Pavo Muticus Muticus atau Merak Jawa, atau Pavo Cristacus yang banyak di India.

Pavo Muticus
Maklum bro, saya jurusan Biologi dulu waktu masih SMA, hahaha. Tapi sekarang baru bisa megang langsung tuh Merak. Dulu Cuma ngapalin nama-nama latinnya yang buat lidah keseleo. Tapi yang jadi masalah adalah saya ragu si Bubu (nama pemberian dari salah seorang pegawai BSM) termasuk sub spesies yang mana ya oalnya yang kami temukan tadi pagi dominan warna hijau memang. Masalahnya kalau Merak Jawa bulu lehernya berwarna hijau terang, sedangkan yang ini bulu lehernya berwarna hijau kebiru-biruan campur putih. Apa perkawinan silang dengan merak putih ya??? Kalau Carolus Linneaus - Bapak Ilmu Taksonomi - masih hidup, mungkin saya langsung nanya sama dia saja, hehehe. Tapi yang paling dekat ya pulau jawa, jadi nama keren si Bubu mungkin adalah Pavo Muticus Muticus – Merak Hijau.

Si Bubu - Pavo Muticus Muticus
Kami pun sibuk bertanya di sekitar kantor, burung merak peliharaan siapakah yang lepas dari kandang. Ternyata tidak ada yang mengaku. Atau memang tidak mau mengaku ya??? Hehe soalnya tuh Merak kan salah satu satwa langka yang di lindungi oleh negara. Jadi, jika ketahuan memelihara Merak tanpa seizin lembaga terkait, bisa dipenjara brooo. . .

Fose dengan si Bubu
Karena tidak ada yang mengaku, sudah merasa cukup puas juga menggendong si Bubu, dan kami pun cemas jika kami harus mengurusnya tanpa pengetahuan tentangnya, takutnya nanti malah mati. Kan jadi kasihan nanti. Maka dari itu, kami sepakat memanggil petugas kebun binatang untuk menjemput si Bubu. Nasabah dan karyawan yang lainnya pun berebut menggendong si Bubu untuk yang terakhir kalinya. Bubu, kamu ternyata memang indah sekali dilihat dari dekat. Acara serah terima pun berlangsung singkat dan haru, hiks hiks hiks. . .
Si Bubu dan si Bapak dari Taman Rimba Jambi
Selamat jalan ya Bubu, semoga betah di sana. Kami akan mengunjungimu di sana nanti. . .