Rabu, 04 Desember 2013

Paragraf Pertengahan




Dalam gelap bayangan itu terlahir,
sudut keheningan kata yang bisu.
terang dan gelap selalu bertamu
silih berganti menepuk bahu,
tak jelas mana yang bisa diterjemahkan
ke dalam bahasa diam bila udara
hanya berbisik perlahan. Sedang aku
berdiri di tepian malam dan siang
tiada henti diburu waktu,
tiada henti diburu waktu.


                              Jambi, Rumah kemuliaan
                                         November 16, 2008
                                         01.25 am

8 comments:

M.HAFIZ PUTRA at: 4 Desember 2013 14.23 mengatakan...

Tidak begitu mengerti puisi, tapi jadi penikmatnya sesekali ternyata asik juga. bagai tersesat dalam kata-kata :D

habibi daeng at: 4 Desember 2013 15.29 mengatakan...

Penggambaran dalam kata-kata memabantu imajinasi kita menembus ruang dan waktu yang tidak bisa ditembus dalam kondisi biasa, meskipun hal itu belum bisa 100%.

dunia kecil indi at: 5 Desember 2013 15.47 mengatakan...

nice :) sepertinya artinya tergantung siapa yang membaca. meski yang menulis juga pasti punya arti tersendiri, kan.. hehehe :)

habibi daeng at: 6 Desember 2013 10.15 mengatakan...

terima kasih nih mba ini udah mau ngasih komentar.

kebanyakan sih seperti itu mba, ada puisi yang dibuat untuk diterjemahkna secara bebas oleh pembacanya, ada juga yang sengaja dibuat agar pembaca hanya tertuju pada satu tujuan saja :)

Boleh nih belajar menulis dengan mba indi, apalagi dah punya beberapa buku yang diterbitkan. Antologi saya aja sampai sekarang belum jadi buku, hahaha

Tri Susanti at: 10 Desember 2013 12.55 mengatakan...

Maka bersegeralah mengerjakan yang baik sebelum waktunya habis. Nice Poem.

habibi daeng at: 10 Desember 2013 12.57 mengatakan...

iya, bener tuh. selagi ada waktu, kita harus melakukan hal-hal yang terbaik :D.

Kurnia Lestari at: 25 Desember 2013 22.36 mengatakan...

Nice. Meski sempat garuk-garuk kepala tadinya.

habibi daeng at: 28 Desember 2013 23.17 mengatakan...

Thanks ya Kurnia