Jumat, 22 November 2013

Rupiah Jaman Dahulu



Beberapa hari yang telah lalu, sepulang dari OTS (Survey Lapangan, Pen), kami berkumpul di area Banking Hall seperti biasanya, berbagi cerita dan bertanya akan solusi terhadap permasalahan yang kami temui di lapangan. Tapi salah satu rekan kerja bercerita bahwa dia pernah menjual pecahan Rp. 500,- tahun 1992 yang ada gambar Orang Utannya dengan harga yang fantastis. Kebetulan yang membeli adalah memang benar-benar kolektor uang kuno.



Saya jadi ingat sesuatu. Di rumah ada tersimpan rupiah jaman dahulu juga. Ada pecahan lima rupiah edisi Bukit Tinggi 1 Januari 1948, dimana pada saat itu disebut dengan URIPS (Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera) yang ditetapkan oleh gubernur Provinsi Sumatera saat itu, yaitu Mr. Teuku Muhammad Hasan. Uangnya sudah mulai lusuh, bekas lipatannya cukup jelas terlihat.

Pecahan Rp. 5 Edisi  bukit tinggi 1948, tampak depan

Pecahan Rp. 5 Edisi  bukit tinggi 1948, tampak belakang

Yang satu lagi adalah pecahan uang seribu rupiah edisi 1987. Uangnya sudah hampir hamcur karena seringkali dilipat-lipat dan di selipkan di dompet. hahaha. tapi tidak ada bagian yang hilang, hanya sobek aja dibeberapa bagian.

  
Pecahan Rp. 1000 Edisi 1987, tampak depan
Pecahan Rp. 1000 Edisi 1987, tampak belakang
Siapa tahu ada yang berminat untuk memilikinya, silahkan hubungi saya, (jadi jualan hahaha . . .) Kalau kolektor beneran yang memilikinya pasti terawat dengan baik. Nah, di rumah mereka-mereka hanya terselip di buku, biar tidak terlipat lagi gitu. Tapi, mempunyai uang seperti ini serasa kembali ke jaman dahulu, karena uang seperti ini adalah bukti sejarah. Long Life Indonesia, I Love You. :)

9 comments:

Muhammad Taupik at: 22 November 2013 22.54 mengatakan...

Kalau ada yang membelinya, jangan lupa traktir yaa

habibi daeng at: 23 November 2013 15.23 mengatakan...

Amanlah tuh bro :)

khusna khairunnisa at: 25 November 2013 11.29 mengatakan...

sayang kalau dijual...

BlogsOf Hariyanto at: 25 November 2013 20.14 mengatakan...

bagi kolektor uang kuno...uang kuno bisa berharga tinggi di mata mereka, beda dengan yang bukan kolektor :-)

Thanjawa Arif at: 26 November 2013 12.19 mengatakan...

jadi kolektor aja sekalian mas, banyak juga simpanan uang jadulnya, lebih dari satu kan termasuk banyak daripada tidak punya satupun hehe...

habibi daeng at: 26 November 2013 21.07 mengatakan...

Mba khusna, sebenarnya emang saya sih kalau dijual ya. Soalnya ntar saya bakal susah ya ketemu ama yg gituan.

Mas hariyanto, bener banget tuh mas. Mereka lebih faham soalnya :)

Mas arif, hehe sepertinya saya ga bisa jadi kolektor uang kuno mas, kolektor uang sekarang sepertinya lebih enakan :D dan jadi pecinta uang kuno aja kayaknya. Thanks ya mas, udah mau mampir di blog saya :)

M.HAFIZ PUTRA at: 4 Desember 2013 14.25 mengatakan...

Ditukar di BI bisa gak tuh?

habibi daeng at: 20 Desember 2013 10.45 mengatakan...

Dulu sih bisa Fiz, tapi sekarang kurang tahu. sepertinya waktu penukaran uangnya udah selesai. ntar giliran uang yang kita pakai sekarang yang bakal kita tukarkan lagi, pada saat uang seribu rupiah jadi satu rupiah kali yaa.

Nono Hartanto at: 15 April 2017 14.48 mengatakan...

5 rupiah itu warna apa...hijau yach