Siapalah diri ini, hanya sebutir yang bahkan tidak lebih mulia dari sebuah debu jalanan di dunia fana ini.
Tapi Qalbu ini diciptakan oleh yang Maha Hebat, seisi dunia pun muat didalamnya,
sehingga Manusia tidak puas dan terus mengisinya dengan dunia.
Tapi Qalbu ini, yang ada sekarang ini lirih, menginginkan selain itu semua.
Entah bagaimana Bahasa yang dapat menggambarkan sebuah kerinduan kepada Kekasih yang telah pergi
sebelum mata ini menyapa,
sebelum telinga ini mendengar suaranya yang sejuk,
sebelum mata ini memandang wajah yang terang bercahaya laksana purnama,
kepergiannya membuat rasionalitas menghilang meski sesaat;
tubuh tiada kuasa untuk berdiri,
lidah tiada daya untuk berbicara,
kaki bahkan ingin segera meninggalkan kota,
jendela rumah bahkan dikunci untuk selamanya,
bahkan mata meminta kepada Rabb-Nya untuk dibutakan, karena ingin mata hanya memandang sang Kekasih.
Tapi, Siapalah diri ini, diri yang bukan siapa-siapa yang penuh dosa dan kesalahan,
berharap Salam dan Sapa dapat dijawab, meski dari tempat yang sangat jauh di sana,
Berharap perjumpaan penuh cinta di hari nanti.
Merlung, 4 September 2026
0 Komentar