Jumat, 10 Juli 2015

Borobudur & Nabi Sulaiman: Sebuah Catatan


Bismillah, Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang Maha Rahman dan Rahim. Rahmatnya tidak hanya untuk orang yang sudah memeluk agama Islam, tetapi juga untuk mereka yang belum mendapatkan hidayah dari-Nya.

Baru baru ini telah terbit sebuah buku dengan judul Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman yang di tulis berdasarkan hasil penelitian selama 33 tahun seorang Dosen UI yang mengajarkan  mata kuliah Matematika Islam, KH Fahmi Basya. Beredarnya buku ini ternyata mendapat tanggapan yang sangat banyak dan beragam. 

gambar diambil dari Google picture


Saya adalah salah satu orang yang telah membaca buku tersebut. Membaca buku itu sembuat bulu kuduk saya merinding dan air mata berkaca-kaca. Bagaimana tidak, ternyata salah satu dari keajaiban dunia, yaitu Borobudur, adalah peniggalan Nabi Sulaiman, berdasarkan hasil penelitian tersebut. Sebahagian relief borobudur pun ternyata sesuai dengan kisah Nabi Sulaiman di Al Qur'an. SubhanAllah. Sungguh suatu "ayat" dari kekuasaan Allah SWT. Namun, hasil penelitian ini tidak dengan mulus dapat diterima oleh masyarakat luas, mengingat sejak di bangku sekolah dasar kita sudah didoktrin bahwa Borobudur adalah peniggalan Majapahit, sebuah kerajaan Budha. Dengan demikian, pasti sangat sulit untuk menghilangkan keyakinan di masyarakat bahwah Borobudur bukanlah peninggalan Budha melainkan peniggalan Majapahit.

Bahkan, telah terbit buku bantahan mngenai teori yang disampaikan oleh KH Fahmi Basya, yang kesimpulannya adalah mendukung teori lama bahwa Borobudur adalah peninggalan kerajaan Budha.
Hal ini merupakan suatu hal yang wajar dan dengan adanya Buku bantahan ini maka, suatu teori akan diuji. Yang menjadi catatan saya adalah, apakah bantahan itu telah menjawab semua fakta-fakta yang di berikan? atau hanya mencoba mengaburkan fakta sejarah dengan sedikit bantahan? Bagaimana menjelaskan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Prof. Arysio Nunes dos Santos yang mengatakan Indonesia adalah Atlantis (Surga di Bumi) yang hilang, dalam bukunya "Atlantis, The Lost Continent Finally Found" yang kesimpulannya sejalan dengan yg dikemukakan oleh KH Fahmi Basya?

Bagi saya, terlepas apakah teori lama yang benar atau pun yang baru ini yang memiliki kebenaran, semuanya harus di kaji ulang. Bukankah Teori Evolusi dari Darwin telah terbantahkan juga dengan Teori yang dikemukakan oleh Harun Yahya yang berlandas pada Al Qur'an? Begitu pun Teori Borobudur versi Al Qur'an yang sudah mulai membantah teori Borobudur Versi Majapahit. Pasti ada pro dan kontra untuk menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Terkait denga hal ini saya memiliki beberapa catatan:

1. Untuk KH Fahmi Basya, bahwa apa yang telah dituliskan dalam bukunya adalah sangat baik, dan sangat bisa menambah keimanan seorang muslim, apalagi penjelasannya di landaskan dengan Al Qur'an, yang tiada keraguan di dalamnya. Hanya saja, untuk menambah keyakinan akan kebenaran teori ini, khususnya bagi mereka yang tidak beriman kepada Al Qur'an, perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam lagi, seperti pembuktian jejak roda gigi (Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman, hal: 192-194) dan bagunan dengan tinggi 1,8 KM dan lebar 2,7 KM di dasar laut sekitar 62 KM utara Jaya Pura (hal:190), tidak hanya dengan pencitraan satelit, tapi langsung dilakukan penelitian secara langsung dengan kasat mata, meskipun pencitraan satelit sudah dilakukan, Apakah benar makam Nabi Sulaiman AS di Borobudur (apakah satu stupa itu cukup sebagai tempat Nabi Sulaiman duduk bersila memperhatikan para Jin bekerja, mengingat ukuran tubuh orang2 terdahulu yang hidup jauh dari sekarang sangat besar)?. Kalau saya boleh memberikan saran, pak Kiai harus menggandeng sebanyak-banyaknya ulama islam, tentunya untuk bertukar pemahaman agar terkesan tidak menerjemahkan Al Qur'an versi sendiri, karena, pasti di masyarakat akan ada pertanyaan seperti ini: "Adakah dia sudah menguasai ilmu-ilmunya (nahwu-shorf, mantiq, mufrodat, Balaghoh, hafal qur'an & banyak hadits, dll) ?

2. Untuk yang membantah teori Borobudur versi Islam, perlu adanya bantahan yang akurat. Misalnya, jika di teori yang baru ini disebutkan bahwa banyak relief-relief di dinding Borobudur yang sesuai dengan apa yang telah disampaikan dalam Al Qur'an, maka yang kontra harus bisa menjelaskan apa cerita dari relief-relief itu dengan di dukung data yang akurat pula; Bisakah menjawab teori tentang roda gigi di laut jawa; bangunan yang tingginya 1,8 KM dengan panjang sekitar 12 KM di dasar laut dekat jaya pura, yang notabene menyerupai bentuk stupa; Kenapa kawasan istana di daerah Sleman, Jawa Tengah bisa kosong? dll.

3. Untuk kita orang islam yang baru mengetahui dengan membaca bukunya atau pun melihat di internet, ini merupakan kewajiban kita untuk mengimani apa yang disampaikan di dalam Al Qur'an, dan merenungkan Keagungan dan Kekuasaan Allah SWT.

Berikut beberapa ayat Al Qur'an (dan masih banyak ayat yang lainnya) yang bisa kita kaitkan dengan Nabi Daud (Ayah nabi Sulaiman), Nabi Sulaiman, dan Borobudur (dan mungkin saja Prambanan juga):

1. 


"Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih." (QS: Saba’,34: 13)

2.


"Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam". (QS: An Naml, 27 : 44)

3. 


"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya," (QS. Saba' , 34 : 10)

4. 


"Ia (Sulaiman) berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi". (QS. Shaad, 38 : 35)

Di ayat terakhir di atas Nabi Sulaiman AS berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kerajaan yang paling besar, yang paling megah,yang paling berkuasa di muka bumi ini dan tidak ada seorang pun yang memiliki kerajaan seperti itu sesudahnya. Jadi, bukan suatu hal yang mustahil jika jejak kerajaannya bisa ditemukan di mana-mana di bumi ini, termasuk Indonesia, karena tentu dengan kerajaan sebesar itu pastilah bisa menguasai satu bumi ini dengan izin Allah SWT.

Sebagai catatan akhir, saya sangat berterima kasih kepada KH Fahmi Basya karena telah melakukan penelitian begitu lama, sehingga dapat membuka wawasan dan mata saya lebih luas lagi mengenai Indonesia dan Al Qur'an. Meskipun masih banyak yang perlu dilakukan untuk membuktikan teori ini agar dapat diterima secara menyeluruh, saya sudah mulai bisa meyakini bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman. Hal ini juga memberikan jawaban awal mengapa indonesia merupakan negara yang memiliki suku, adat, dan budaya sampai ratusan jumlahnya. Akhirnya, saya bangga menjadi orang Islam dan bangga menjadi warga negara Indonesia. Semoga Allah selalu merahmati kita dengan menjaga hati kita tetap dengan iman yang kuat kepada-Nya dan Rasul-Nya. Aamiin.


salah satu foto saya ketika ke Candi Borobudur

5 comments:

AuL Howler at: 10 Agustus 2015 13.55 mengatakan...

Belum pernah ke borobudur

lebih pengen lagi kesana karena baru tau kalau itu peninggalan nabi sulaiman :0

Asriani Amir at: 13 September 2015 09.15 mengatakan...

Postnya bulan juli 2015. Patahan lu ternyata, by. Lol.
Keep posting dah untuk sesama blogger yg postingannya hidup segan, mati tak hendak.

Tp 1, blog ini postingannya istiqamah beud. Genre tulisan masih sama. Lah sya?? Campur sari ciiiinn... lol

habibi daeng at: 28 September 2015 19.25 mengatakan...

Aul Howler, Jalan-jalanlah sesekali kesana mas, :D

Asriani Amir, LOL, lebih parah yak? biasalah, masih kehilangan momentum menulisnya hehe. Genre tulisan saya juga campursari kalii LOL

Andy Ahmad Fairussalam at: 23 Oktober 2015 14.38 mengatakan...

eh. pernah nginjek tanah jawa juga ya dirimu :D

habibi daeng at: 27 Oktober 2015 18.04 mengatakan...

Andy Ahmad Fairussalam , Alhamdulillah, pernah lah mas. Ne aja rasanya kepengen lagi kesana. :D