Rabu, 24 Juli 2013

Seonggok Kata Yang Tersiram Dingin Air Hujan

Bismillah . . .

ini adalah seonggok kata yang telah lama tersimpan di sudut ruang, di sana. Dahulunya hanya sedikit, karena sudah cukup lama, dia mulai usang, dan basah tersiram air hujan yang dingin yang melompat dari ketinggian seng-seng berkarat dan bocor. kata-kata ini, ah, entahlah apa namanya, Aku bahkan belum berkenalan dengannya. wajahnya sendu, matanya sayu, terlihat garis-garis hitam di wajahnya.

aku hanya memandanginya dari kejauhan, tapi dia bisa membisikkan sesuatu di telingaku. Sebuah pertanyaan. Aku terkesima mendengar ia bertanya kepadaku tentang hal-hal itu. Sontak aku mulai tersadar dengan kenyataan-kenyataan yang tergambar dalam keseharianku. kini pertanyaannya adalah pertanyaan ku juga. Akankah aku akan bertahan setelah menemukan kenyataan yang tidak sesuai dengan hati nuraniku? setelah hampir 2 tahun berjibaku di ekosistem baru dengan segala pernak pernik yang mulai bermunculan satu persatu, aku pun tersadar, Ya Allah, jalan ini sudah mulai menghitam, kaki ini juga sudah mulai menghitam, bantulah aku untuk menemukan jalan yang Engkau ridhai.

Bismillah . . .

Hijrah, Hijrah, Hijrah . . . aamiin . . . Insya Allah.

Alhamdulillah . . .



Jambi, 15 Ramadhan 1434 H

2 comments:

muhamad ratodi at: 25 Juli 2013 08.47 mengatakan...

wah..lama ga mampir disini, and its always good to be back :)

btw, mo hijrah kang? ikut y saya :)

habibi daeng at: 8 Oktober 2013 17.34 mengatakan...

hehe makasih kang Ratodi masih mau mampir ^_^

maksudnya hijrah ke yang lebih baik kang ~_^ hehe