Jumat, 15 April 2011

Sunnah Atau Bid'ah?



Pernah beberapa kali waktu aku masih di sekolah lanjutan atas, aku mampir ke suatu masjid untuk shalat dalam suatu perjalanan pulang maupun ketika memang kemasjid untuk shalat jam’ah, terlihat sebagian jama’ah yang mencium kedua ibu jarinya kemudian mengusapkannya kekedua mata mereka pada saat mu’azzin megumandangkan lafaz “Asyhadu anna Muhammadarrasuulullaah”. Aku terpekur memperhatikan mereka. Dalam hati aku berkata, “seandainya hal ini benar sunnah Rasulullah, maka aku juga akan mengamalkannya. Tapi, aku tidak akan lansung melakukannya hanya karena telah melihat sebagian jama’ah melakukan itu. Aku harus temukan dalilnya dulu.”

Setelah cukup lama mencari dalil yang digunakan mereka, akhirnya ketemu juga. Mengenai masalah ini, mereka mengajukan sebuah hadits, yang artinya:

Barang siapa yang ketika mendengar mu’azzin membaca ‘Asyhadu anna muhammadarrasulullaah‘ lantas ia membalasnya dengan ungkapan: ‘selamat datang, kekasih dan permata hatiku, Muhammad bin ‘Abdullah!‘ kemudian ia mencium kedua ibu jarinya dan mengusapkannya pada kedua matanya, maka, orang itu tidak akan menderita sakit mata selamanya.


Ternyata, hadits yang mereka gunakan itu tidak benar dan merupakan kebohongan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Telah banyakulama yang memperingatkan kebatilan hadits ini, kita dapat lihat sendiri dengan membuka kitab atau buku-buku karangan mereka, antara lain:

1.Al-Albani dalam silsilah Al-Hadits Adh-dha’ifah Al-maudhu’ah, halaman 73.
2.As-sahawi Al-Maqashid Al-Hasanah, halaman 384.
3.Al-Ajluni dalam Kasyf Al-Khafa’ (2296).
4.Asy-syaukani dalam Al-Fawahid Al majmu’ah fi Al-hadits Al-Maudhu’ah yang termaktub dalam kitab Ash-shalah, ket. No.18, halaman 19.

Dengan demikian, sudah jelas bahwa hadits yang mereka gunakan sebagai dalil tidak sah atau palsu sehingga tidak boleh diamalkan. Hal ini diperkuat lagi adanya penjelasan dari Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Ifta’ (Lembaga Fatwa Kerajaan Arab Saudi) bahwa tidak ada satu pun hadits yang menyebutkan anjuran tersebut pada saat mu’azzin membaca asyhadu anna muhammadarrasulullah.

Semoga tulisan ini dapat memberikan penmcerahan dan pengetahuan bagi mereka yang tidak mengetahui hal ini atau hanya sekedar ikut-ikutan melakukan hal tersebut.


Daftar Bacaan:

- Wahid Abdussalam Bali, 474 Ibadah Salah Kaprah, Hlm. 195

0 comments: